Mengetahui atau Mengecek Kondisi Dioda

Setelah kita mengetahui fungsi dasar dari dioda, serta mampu menentukan polaritas positif dan negatif dioda atau mengetahui yang mana anoda(+) dan yang mana katoda(-). Maka yang tidak kalah penting dari itu adalah keterampilan untuk mengetahui dan menentukan kondisi dioda. Apakah kondisi dioda tersebut dalam keadaan baik atau rusak? Untuk mengetahuinya kita bisa menggunakan alat ukur multimeter dengan skala ohmmeter. Lihat pada gambar dibawah ini. Pada polaritas pengukuran dimana probe alat ukur yang berwarna merah dihubungkan ke anoda dan probe berwarna hitam dihubungkan ke katoda, dan jika dioda dalam keadaan baik maka hasil pengukuran resistansi dioda harus bernilai kecil atau 0 ohm (gambar a). Sedangkan pengukuran dengan polaritas lain atau probe merah dengan katoda dan probe hitam dengan anoda maka resistansi dioda harus bernilai besar atau tak terhingga. Pada beberapa model multimeter digital akan muncul indikator “OL” (gambar b).
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/10/Mengecek-Kondisi-Dioda.html
2 polaritas dioda. gambar(a) bias maju, gambar(b) bias mundur
Salah satu masalah atau kelemahan pengukuran dioda menggunakan ohmmeter adalah hasil pengukuran atau pengecekan hanya memiliki nilai kualitatif dan bukan kuantitatif. Dengan kata lain pengecekan dioda dengan ohmmeter, hanya memberi tahu anda bagaimana kondisi dioda dalam bias maju atau bias mundur. Misalnya saja dalam bias maju resistansi dioda menunjukkan 1,73 ohm, maka angka 1,73 Ω ini tidak mewakili kuantitas tegangan maju(tegangan yang jatuh pada dioda). Melainkan hanya angka resistansi yang tidak mewakili kuantitas nyata yang berguna dalam perancangan rangkaian elektronika.
Oleh karena itu, beberapa produsen multimeter digital melengkapi alat ukur mereka dengan fungsi pengukuran khusus dioda (Diode check). Fungsi dari dioda meter ini adalah menampilkan tegangan maju dioda sebenarnya dalam volt, dan bukan angka resistan dalam ohm. Dioda meter ini bekerja dengan cara memaksa arus kecil melalui dioda dan mengukur tegangan jatuh antara 2 uji lead. Lihat pada gambar dibawah ini.
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/10/Mengecek-Kondisi-Dioda.html
Multimeter dengan skala khusus dioda

Pembacaan tegangan maju yang diperoleh dari skala meter khusus dioda tersebut biasanya kurang dari tegangan maju yang “normal” (0,7 volt untuk silikon dan 0,3 volt untuk germanium). Hal ini terjadi karena arus yang disediakan multimeter hanya dalam proporsi yang kecil.  Jika multimeter dengan pengukuran khusus dioda tidak tersedia, dan anda ingin mengukur tegangan maju dioda maka rangkaian dibawah ini dengan menggunakan baterai, resistor dan voltmeter bisa di rangkai.

http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/10/Mengecek-Kondisi-Dioda.html
Mengukur tegangan maju dioda tanpa dioda check
Jika rangkaian ini dirancang untuk menghasilkan arus yang konstan atau hampir konstan meskipun ada perubahan tegangan karena drop tegangan maju dioda. Ini bisa digunakan sebagai dasar dari suatu instrumen pengukuran suhu. Tegangan yang diukur melewati dioda berbanding terbalik dengan suhu persimpangan dioda. Tentu, arus dioda perlu dijaga agar tetap minimum untuk menghindari pemanasan sendiri, yang akan mengganggu pengukuran suhu.(dioda menghamburkan sebagian energi panas)

Hati-hati bahwa beberapa multimeter digital dilengkapi dengan skala meter khusus dioda(diode check), yang memiliki tegangan test yang sangat rendah (kurang dari 0,3 volt). Ketika digunakan untuk mengukur resistansi (Ω), tegangan test tersebut terlalu rendah untuk tegangan maju dioda yang berguna untuk meruntuhkan daerah penipisan yang terbentuk dari persimpangan PN. Dengan menggunakan tegangan test yang sangat rendah untuk resistansi, akan lebih mudah bagi seorang teknisi untuk mengukur resistansi dari komponen non-semikonduktor yang terhubung dengan komponen semikonduktor ketika komponen semikonduktor tidak menjadi bias maju dengan tegangan yang sangat rendah.
Perhatikan contoh resistor dan dioda yang terhubung secara pararel yang disolder pada PCB berikut ini. Biasanya untuk mengukur resistansi, resistor dilepas terlebih dulu dari rangkaian, karena jika ada komponen yang terhubung pararel akan mempengaruhi pembacaan yang diperoleh. Pada multimeter dengan tegangan output test yang sangat rendah,jika digunakan untuk mengukur resistansi, maka persimpangan PN tidak memiliki cukup tegangan untuk menjadi bias maju. Dan hanya akan melewati arus yang diabaikan. Sehingga multimeter hanya melihat dioda sebagai terbuka, dan hanya mencatat resistansi dari resistor saja.

http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/10/Mengecek-Kondisi-Dioda.html
Ohmmeter dilengkapi dengan tegangan test yang rendah

Jika digunakan untuk mengukur resistansi dioda, maka akan menunjukkan resistansi yang sangat tinggi (mega ohm), meskipun probe terhubung dengan dioda secara benar atau bias maju (forward bias). Seperti gambar dibawah ini.
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/10/Mengecek-Kondisi-Dioda.html
Tegangan test ohmmeter yang rendah. tidak bisa membuat dioda menjadi bias maju

Semoga artikel tentang mengetahui atau mengecek kondisi dioda ini bisa membantu dan bermanfaat. Baca juga artikel yang lain tentang jenis dioda yang memang dibuat untuk mode reverse bias, dan dioda itu biasa disebut "Dioda Zener".

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengetahui atau Mengecek Kondisi Dioda"

Post a Comment