Instruksi Dasar Pemrograman PLC

http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/09/Instruksi-Dasar-Pemrograman-PLC.html

Instruksi dasar
Instruksi dasar pemrograman PLC adalah instruksi – instruksi utama dalam membuat program PLC yang biasanya ditemukan hampir sama di setiap jenis PLC dari berbagai vendor. Instruksi – instruksi dasar ini bisa digunakan untuk pemrograman – pemrograman yang sederhana dan tidak bisa digunakan untuk menangani sistem yang kompleks seperti olah data register, aritmatika process, logika, shift dan olah data lainnya. Dan untuk device console module PLC biasanya instruksi – instruksi dasar ini menjadi menu utama pemrograman.
Instruksi dasar dalam pemrograman PLC memerlukan pemahaman yang tinggi karena instruksi – instruksi lanjut (applied instruction) selalu memerlukan perintah dari instruksi – instruksi dasar.
PLC siapapun vendornya selalu memiliki instruksi dasar yang jika ditransfer ke bentuk format pemrograman dari vendor lainnya, maka hasilnya adalah sama atau hampir sama tergantung dari format penulisan masing-masing instruksi dasar tersebut.

Jadi bisa dikatakan disini bahwa bahasa pemrograman PLC pada dasarnya adalah sama dalam logikanya, sehingga bagi seseorang yang memerlukan pengetahuan tentang bahasa pemrograman PLC cukup menguasai 1 bahasa dari berbagai bahasa pemrograman PLC yang ada di pasaran. Jika dalam prakteknya PLC yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa pemrograman yang telah dikuasainya, maka hanya butuh waktu yang singkat untuk mensosialisasikan instruksi – instruksi dari masing masing vendor PLC. Tentu saja instruksi dari kedua vendor PLC harus dicari kesamaannya masing-masing dan perbedaan hanya terfokus pada format penulisannya saja.
Bahkan untuk vendor-vendor tertentu instruksi yang digunakan kebanyakan sama dengan instruksi pemrograman dari vendor lain, tujuannya adalah untuk mempermudah user dalam mempercepat penguasaan bahasa pemrograman dari vendor yang berbeda, sehingga user tidak tergantung dari 1 vendor PLC saja. Untuk mengetahui apa saja instruksi dasar pemrograman PLC itu bisa anda buka artikel ini memahami logika ladder dan artikel pelengkapnya instruksi-instruksi dalam ladder diagram dan mnemonic.

Device Detail pada Pemrograman PLC Mitsubishi
a)    Input
Device dalam pemrograman : X
Merepresentasikan device input secara fisik dari PLC
Hanya tersedia dalam bentuk kontak NO dan NC
Penomoran device : Octal X0 s/d X7, X10 s/d X17 dst ( untuk PLC type FX--) dan Hexa X00 s/d X0F, X10 s/d X1F dst (untuk PLC type A--)
b)    Output
Device dalam pemrograman : Y
Merepresentasikan device output secara fisik dari PLC
Tersedia dalam bentuk kontak NO, NC, dan Coil output
Penomoran device : Octal Y0 s/d Y7, Y10 s/d Y17 dst ( untuk PLC type FX--) dan Hexa Y00 s/d Y0F, Y10 s/d Y1F dst (untuk PLC type A--)
c)    Auxiliary relay
Device dalam pemrograman : M
Sebagai relay internal dalam pemrograman, sebagai relay diagnosis dan latch relay.
Tersedia dalam bentuk kontak NO, NC, dan Coil output
Penomoran device : decimal misal M0 s/d M9, M10 s/d M19 dst
d)    State relay
Kode dalam pemrograman : S
Sebagai relay internal dalam pemrograman, sebagai relay diagnosis dan latch relay.
Tersedia dalam bentuk kontak NO, NC, dan Coil output
Penomoran device : decimal misal S0 s/d S9, S10 s/d S19 dst
e)    Pointers
Kode dalam pemrograman : P
Untuk mengontrol aliran program (Program Flow Control) instruksi CJ dan CALL.
Dimunculkan pada sebelah kiri busbar ketika program dalam format ladder.
Penomoran device : decimal misal P0 s/d P9, P10 s/d P19 dst.
f)     Konstanta K
Kode dalam pemrograman : K
Mengidentifikasi nilai decimal (konstant) dari timer, counter dan instruksi lanjut.
Tersedia nilai : untuk data 16 bit : -32.768 s/d +32.768 dan untuk data 32 bit : -2.147.483.648 s/d +2.147.483.648
g)    Konstanta H
Kode dalam pemrograman : H
Mengidentifikasi nilai hexadecimal dari instruksi lanjut tertentu.
Tersedia nilai :  0 s/d 9 dan A s/d F (bilangan hexadecimal)
0 s/d FFFF (16 bit)
0 s/d FFFFFFFF (32 bit)

h)    Timer
Kode dalam pemrograman : T
Menunjukkan lama waktu tertentu.
Tersedia dalam bentuk kontak NO, NC, dan Coil Output.
Penomoran dalam decimal : T0 s/d T9, T10 s/d T19 dst.
i)      Counter
Kode dalam pemrograman : C
Untuk menghitung pulsa.
Tersedia dalam bentuk kontak NO, NCm dan Coil output.
Penomoran dalam decimal : T0 s/d T9, T10 s/d T19 dst.
j)      Data register
Kode dalam pemograman : D
Sebagai device penyimpan data numeric dalam bentuk 16 dan 32 bit.
Tersedia dalam berbagai jenis register seperti latch, general, diagnostic, file, ram file dan external register.
Penomoran device : decimal misal D0 s/d D9, D10 s/d D19 dst.
Bisa juga digunakan secara tidak langsung untuk mensetting counter dan timer.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Instruksi Dasar Pemrograman PLC"

Post a Comment