Friday, 3 May 2013

MEMBUAT SISTEM KONTROL RELAY

MEMBUAT SISTEM KONTROL RELAY
Setelah kita belajar dan tahu dasar – dasar relay tentang apa itu relay dan fungsi relay yang memegang peranan penting dalam sebuah sistem kontrol. Maka saya akan menunjukkan bagaimana membuat sistem kontrol relay sederhana dengan kontak NO relay digunakan sebagai interlock/pengunci setelah tombol push button On ditekan. interlock berfungsi agar relay tersebut dalam kondisi ON/aktif terus meskipun tombol push button On dilepas. Dan relay tersebut baru OFF/mati bilamana tombol push button Off ditekan.
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/05/membuat-sistem-kontrol-relay.html


Gambar diatas adalah gambar rangkaian kontrol berbasis relay, dimana jika tombol PB On ditekan maka lampu akan menyala terus walaupun tombol dilepas (tidak di tekan lagi). Untuk mematikan lampu harus ditekan tombol PB Off. Dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut :
a)      Jika PB On ditekan, maka akan mengalir arus ke coil relay sehingga relay bekerja. Karena lampu pararel dengan coil relay, maka lampu akan menyala.
b)      Semua kontak – kontak relay akan berubah status, sehingga terminal relay No. 9 dan 5 menjadi close (terhubung).
c)       Kontak ini akan mengunci (interlock) tombol PB On (kontak 5 – 9 pararel dengan tombol ini), sehingga walaupun PB On tidak ditekan lagi, maka arus akan tetap mengalir ke coil relay melalui terminal 5 – 9. Dalam hal ini lampu akan tetap menyala.
d)      Untuk mematikan coil dan lampu, maka tombol PB Off ditekan, sehingga coil menjadi tidak bekerja. Dalam hal ini kontak 5 – 9 menjadi terbuka dan lampu akan mati.
Jika rangkaian kontrol elektromagnetik relay tersebut dibuat diagram segaris, maka gambarnya adalah sebagai berikut :

http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2013/05/membuat-sistem-kontrol-relay.html

Langkah – langkah untuk merangkai/membuat rangkaian kontrol relay :
a)      Buat sketch awal atau flow-chart dari sistem kontrol yang diinginkan
b)      Buat diagram segaris yang menggambarkan urutan proses yang dikehendaki
c)       Dari diagram garis tersebut tuliskan pengkodean/labeling dari setiap titik untuk mempermudah dalam membuat rangkaian relay-nya.
d)      Analisa diagram segaris tersebut, dan buat analisis kegagalan-nya.
e)      Perbaiki dan analisis kembali sampai dicapai sebuah keputusan akhir dari sistem kontrol yang diinginkan.
f)       Kumpulkan semua peralatan dan material yang dibutuhkan.
g)      Mulailah merangkai sistem kontrol berdasar gambar diagram segaris dimulai dari sisi atau bagian yang terdekat dengan sumber daya (power supply) dan atau yang termudah menurut si perangkai.
h)      Pelabelan kabel di ujung scunt harus sesuai dengan pelabelan pada diagram segaris
i)        Setelah semua terangkai sesuai diagram segaris, check kembali secara menyeluruh dengan peralatan yang memadai.
j)        Jika yakin tidak ada kesalahan ujicoba pengecekannya dengan memberikan sumber tegangan. Check dan yakin-kan bahwa rangkaian sudah benar dan tidak ada kesalahan.
k)      Dokumentasikan semua gambar, schedule pembuatan, estimasi biaya dan waktu, problem dan counter measure serta semua hal-hal yang memang harus didokumentasikan.



#semoga bermanfaat#

Artikel Terkait

Posted by: Trikueni dermanto
desain sistem kontrol, Updated at: 10:35

No comments:

Post a Comment